Sumbar | Andre Rosiade sang legislator asal Ranah Minang adalah Ketua DPD Partai Gerindra Sumateran Barat. Sebelum menjadi Anggota DPR RI, karir Andre Rosiade dalam dunia politik melonjak saat ia menjadi jubir BPN Prabowo - Sandi karena ia dianggap mendapat efek ekor jas dari pencalonan Prabowo - Sandi.
Pengusaha yang berasal dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat ini menjadi populer dan dikenal banyak orang. Puncaknya, Andre berhasil menyingkirkan 2 orang petahana dari Partai Nasdem dan PDIP pada 2019 lalu. Ketua DPD PDIP Sumatera Barat, Alex Indra Lukman dan Politikus Nasdem, Endre Saiful yang berada di dapil yang sama dengan Andre, harus merelakan kursinya di DPR RI. Saat itu Andre memperoleh suara terbanyak di Dapil Sumbar 1 dengan perolehan 133.994 suara.
Usai menjadi wakil rakyat di DPR RI, Andre malah melakukan di daerah pemilihannya sendiri. Berniat melakukan hal positif, kelakuan Andre malah mendapat kecaman dari masyarakat Sumatera Barat. Andre dikecam oleh masyarakat dan berbagai organisasi serta LSM usai menjebak PSK disalah satu hotel berbintang di Kota Padang.
Kejadian ini juga dicatat di wikipedia, salah satu situs terkemuka dunia.
Wikipedia mencatat biodata, karir, hingga blunder - blunder yang dilakukan Andre Rosiade sejak menduduki kursi di Senayan. Pria kelahiran Kota Padang pada 7 November 1978 ini disebut sengaja menjebak PSK NN untuk menunjukkan kegagahan moralitasnya oleh Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amirudin pada 26 Januari 2020 lalu.
"NN dijadikan objek seksual untuk menunjukan kegagahan moralitas seseorang. Dalam hal ini, Andre menjadi polisi moral demi pencitraan politik. Tujuannya bukan sungguh-sungguh mengatasi persoalan prostitusi sebetulnya, tapi lebih banyak untuk pencitraan seseorang,” ujar Mariana, dilansir dari Wikipedia.org.
Masih dari Wikipedia.org, Andre juga mengaku sengaja menjebak NN walaupun sebelumnya sempat membantah saat diwawancarai oleh Media Indonesia.
Tak hanya itu, Wikipedia.org juga mencatat Andre Rosiade menyebar Hoax Flyover Sitinjau Lauik. Pada 28 Agustus 2022, Andre Rosiade mengatakan dirinya telah mengajukan proposal pembangunan flyover Sitinjau Lauik ke Kementerian PUPR. Ia mengklaim pembangunan flyover akan dimulai pada bulan Juni 2023 dan selesai dalam waktu setahun, sebelum dirinya lengser sebagai anggota DPR. Pembangunan flyover dilakukan oleh Hutama Karya dengan konsep Kerjasama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Informasi rencana pembangunan flyover Sitinjau Lauik dibantah oleh anggota DPR dari Dapil Sumbar lainnya, Athari Gauthi Ardi yang juga duduk di Badan Anggran DPR. Athari Athari menyebut informasi tersebut kabar bohong dan merupakan siasat pembodohan masyarakat demi pencitraan politik.
"Orang itu (Andre Rosiade) mengklaim, suratnya sudah masuk ke pusat. Saya berada di Komisi V dan di Badan Anggaran (Banggar). Saya belum dapat suratnya dan tidak tahu suratnya kemana. Bahkan, katanya bulan Juni 2023 akan dimulai, serta disebutkan sebelum dia lengser proyek itu selesai. Untuk diketahui, itu bukan proyek kecil, yang setahun bisa selesai, dan anggrannya bukan miliaran, tetapi triliunan. Saya tegaskan itu kabar bohong. Belum ada anggaran untuk Flyover untuk Sitinjau Lauik. Jadi jangan bodohi masyarakat," ujar Athari dalam salah satu media online dan ini tercatat di Wikipedia.org.
Hingga kini meski banyak pemberitaan positif dari Andre Rosiade, langkah - langkah konyol yang pernah dilakukan maaih menjadi catatan penting dan menjadinsisi gelap dari sang legislator yang dikabarkan bakal mencalon menjadi Gubernur Sumbar pada perioden mendatang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar